Pages

Friday, February 27, 2015

Hati Hati Kosmetik Berbahaya


Tampil cantik dan menarik merupakan dambaan setiap wanita, terutama kaum hawa yang tidak bisa lepas dari beragam produk kecantikan. 

Berbagai produk kosmetik di pasaran menawarkan efek yang sangat menggiurkan. Perempuan indonesia yang mayoritas berkulit sawo matang, banyak yang tergiur dengan produk kosmetik, kulit menjadi terang dalam waktu singkat padahal belum tentu produk kecantikan yang beredar dipasaran aman bagi kesehatan. 

Jika diteliti banyak produk kosmetik ilegal yang menggunakan campuran bahan bahan berbahaya seperti merkuri dan hidroquinon. Resikonya bukan sekedar iritasi kulit namun juga terkena resiko terkena kanker. Konsumen pun dituntut lebih teliti dalam memilih produk kosmetik seperti memastikan bentuk kemasan  nya dan ada tidaknya ijin produksi dari departemen kesehatan ataupun BPOM. 

Jangan mudah tergiur dengan kosmetik yang menawarkan hasil yang cepat namun harga murah. Kosmetik selayaknya memang untuk mempercantik diri namun jangan sampai akibat tergiur produk kecantikan yang sekilas meyakinkan, anda yang akhirnya dirugikan. 

Beriku cara memilih kosmetik yang aman: 
  1. Utamakan produk yang berlabel halal,
  2. Pastikan terdapat kode BPOM legal, 
  3. Kemasam mempunyai petunjuk pemakaian, 
  4. Memiliki tanggal kadaluarsa, 
  5. Tercantum nama dan alamat produksi, 
  6. Pastikan detail dan komposisi bahan baku.


Thursday, February 26, 2015

Saya Oke Kamu Oke

Tono dan tini sepasang pengantin baru, sebagaimana layaknya sepasang pengantin baru tentu cita citanya banyak...  dan besar dan tinggi tinggi kepingin ini.. kepingin itu.. kepingin macem macem, namun sebelum cita cita besar itu tercapai, tentu harus mulai dari barang barang yang kecil kecil  lebih dahulu kebetulan mereka berkesempatan mendapatkan kredit. 

Diskusi menjadi seru karena tono kepingin kredit mobil  sementara tini kepingin kredit rumah.  Tono bilang kendaraan lebih penting utk pekerjaan...  sementara tini bilang nanti kalau kita punya anak kita lebih penting punya rumah lebih dahulu,  ribut diantara keduanya.. 
Terakhir mereka berhasil menyelesaikan diskusi dan keributan itu dengan kompromi Rumah lebih dahulu, tini merasa menang.., tono merasa kalah tapi kemudian hidup berjalan terus.

Ketika mereka mencoba mencari rumah kemudian meraka mendapatkan rumah, mulailah keributan berikutnya,  ketika membuat design, ketika memilih cat, yang satu kepingin yang warna putih terang yang satu kepingin putih yang agak krem, ribut lagi... ketika memilih gorden ribut lagi yang satu kepingin warna ini yang lain kepingin warna itu ketika membeli sofa ribut lagi... padahal ketika secara terpisah mereka ditanya apa sih sebetulnya  tujuan pingin punya rumah maka dua duanya menjawab dgn jawaban yang sama.. “kita ingin membahagiakan keluarga”. Lucu juga rupanya, tujuannya sama maksudnya sama tapi dalam perjalanan mencapai tujuan dan mencapai maksud itu tiap kali ribut saja yang terjadi dan hasilnya belum tentu keduanya keluar dalam posisi yang menang menang.

Sering kali yang satu harus mengalah, mengalah tapi bukan untuk mengalah, mengalah dalam kekecewaan, dalam relasi kita dengan orang lain memang dikenal dgn saya oke dan kamu oke.  Jika keadaan ini tercapai maka saya berbahagia, tapi akhirnya tidak bisa dalam semua urusan dalam urusan kita bisa mendapatkan posisi saya oke dan kamu oke kadang kadang kita harus berkompromi dengan ketika kamu oke saya tidak oke saya pun mungkin harus oke, itulah hidup.. kadang kadang kita harus mengalah  utk sesuatu yang lebih besar, mengalah supaya saya menang, kamu juga menang, saya oke kamu juga oke.

Kisah yg menarik...  tujuan yang sama dan maksudnya yang sama kenapa dalam perjalanannya kan sama sama untuk membahagiakan keluarga  atau kalau dalam tempat pekerjaan mengejar target... kok bisa ya dalam prosesnya kita saling gontok gontokan, tadinya dari diskusi seru  sampai jadi ribut, ya karena sebetulnya kalau disampaikan kamu egois pasti marah, kamu cuma mikirin diri sendiri, kan marah . karena kira ngak mau dibilang kita egois, ngak mau kita dibilang kita cuma mikirin diri kita sendiri tapi jangan jangan sebetulnya itu yang terjadi dalam hubungan kita dengan orang lain. Kita itu ingin memaksakan kehendak kita, ingin memaksakan keinginan kita.

Sadar atau tidak sadar tapi itulah yang sebetulnya yang terjadi. cuman kalau kita dibilang Ah kamu cuman mikirin diri kamu sendiri, memaksakan kehendakmu sendiri marah kan kita dengar nya. Tp kan sah sah aja dalam hubungan suami istri, pertemanan, relasi punya keinginan.. dan kalo seandainya keinginan kita dianggap baik tidak ada salahnya kalau diikutin gitu... Bener sah banget...artinya begini  sebenarnya sah dong kalo akhirnya sesuatu yang kita anggap wajar, normal, sah  kan bukan sesuatu barang mati yang kita terima loh sah dong kalau  saya punya pendapat kayak gini masa kamu ngak bisa oke,

Yang kemudian menjadi tidak pas adalah ketika kita cuman mau bicara tapi  tidak mau mendengarkan padahal Tuhan itu menciptakan manusia itu dengan kupingnya dua mulutnya satu supaya kemudian dia bisa dia lebih banyak mendengarkan daripada lebih banyak bicara, nah yang terjadi sering kali yang kita anggap sah katakan  pendapat saya pribadi ini keinginan saya atau apa nah itu kita melewati prinsip anugrah Tuhan tadi lebih banyak kita bicara daripada kita mendengarkan. Dan lalu menjadi tidak sah kan.. apakah anda punya pengalaman yang sama mari berbagi disini yuk...