Tono dan tini sepasang pengantin baru, sebagaimana layaknya
sepasang pengantin baru tentu cita citanya banyak... dan besar dan tinggi tinggi kepingin ini.. kepingin itu.. kepingin macem macem, namun sebelum cita cita besar itu tercapai,
tentu harus mulai dari barang barang yang kecil kecil lebih dahulu kebetulan mereka berkesempatan
mendapatkan kredit.
Diskusi menjadi seru karena tono kepingin kredit mobil sementara tini kepingin kredit rumah. Tono bilang kendaraan lebih penting utk
pekerjaan... sementara tini bilang nanti
kalau kita punya anak kita lebih penting punya rumah lebih dahulu, ribut diantara keduanya..
Terakhir mereka berhasil menyelesaikan
diskusi dan keributan itu dengan kompromi Rumah lebih dahulu, tini merasa menang..,
tono merasa kalah tapi kemudian hidup berjalan terus.
Ketika mereka mencoba mencari rumah kemudian meraka
mendapatkan rumah, mulailah keributan
berikutnya, ketika membuat design, ketika
memilih cat, yang satu kepingin yang warna putih terang yang satu kepingin putih
yang agak krem, ribut lagi... ketika memilih gorden ribut lagi yang satu
kepingin warna ini yang lain kepingin warna itu ketika membeli sofa ribut
lagi... padahal ketika secara terpisah mereka ditanya apa sih sebetulnya tujuan pingin punya rumah maka dua duanya menjawab
dgn jawaban yang sama.. “kita ingin membahagiakan keluarga”. Lucu juga rupanya,
tujuannya sama maksudnya sama tapi dalam perjalanan mencapai tujuan dan mencapai maksud
itu tiap kali ribut saja yang terjadi dan hasilnya belum tentu keduanya keluar dalam
posisi yang menang
menang.
Sering kali yang satu harus
mengalah, mengalah tapi bukan untuk mengalah, mengalah dalam kekecewaan, dalam
relasi kita dengan orang lain memang dikenal dgn saya oke dan kamu oke. Jika keadaan ini tercapai maka saya berbahagia,
tapi akhirnya tidak bisa dalam semua urusan dalam urusan kita bisa mendapatkan posisi saya
oke dan kamu oke kadang kadang kita harus berkompromi dengan ketika kamu oke
saya tidak oke saya pun mungkin harus oke, itulah hidup.. kadang kadang kita harus
mengalah utk sesuatu yang lebih besar, mengalah
supaya saya menang, kamu juga menang, saya oke kamu juga oke.
Kisah yg menarik...
tujuan yang sama dan maksudnya yang sama kenapa dalam perjalanannya kan sama sama untuk membahagiakan keluarga atau kalau dalam tempat pekerjaan mengejar
target... kok bisa ya dalam prosesnya
kita saling gontok gontokan, tadinya dari diskusi seru sampai jadi ribut, ya karena sebetulnya kalau
disampaikan kamu egois pasti marah, kamu cuma mikirin diri sendiri, kan marah .
karena kira ngak mau dibilang kita egois, ngak mau kita dibilang kita cuma
mikirin diri kita sendiri tapi jangan jangan sebetulnya itu yang terjadi dalam
hubungan kita dengan orang lain. Kita itu ingin memaksakan kehendak kita, ingin
memaksakan keinginan kita.
Sadar atau tidak sadar tapi itulah yang sebetulnya
yang terjadi. cuman kalau kita dibilang Ah kamu cuman mikirin diri kamu
sendiri, memaksakan kehendakmu sendiri marah kan kita dengar nya. Tp kan sah
sah aja dalam hubungan suami istri, pertemanan, relasi punya keinginan.. dan
kalo seandainya keinginan kita dianggap baik tidak ada salahnya kalau diikutin
gitu... Bener sah banget...artinya begini sebenarnya sah dong kalo akhirnya sesuatu yang
kita anggap wajar, normal, sah kan bukan
sesuatu barang mati yang kita terima loh sah dong kalau saya punya pendapat kayak gini masa kamu
ngak bisa oke,
Yang kemudian menjadi tidak pas adalah ketika kita cuman mau bicara tapi tidak mau mendengarkan padahal Tuhan itu menciptakan manusia itu dengan kupingnya dua mulutnya satu supaya kemudian dia bisa dia lebih banyak mendengarkan daripada lebih banyak bicara, nah yang terjadi sering kali yang kita anggap sah katakan pendapat saya pribadi ini keinginan saya atau apa nah itu kita melewati prinsip anugrah Tuhan tadi lebih banyak kita bicara daripada kita mendengarkan. Dan lalu menjadi tidak sah kan.. apakah anda punya pengalaman yang sama mari berbagi disini yuk...
Yang kemudian menjadi tidak pas adalah ketika kita cuman mau bicara tapi tidak mau mendengarkan padahal Tuhan itu menciptakan manusia itu dengan kupingnya dua mulutnya satu supaya kemudian dia bisa dia lebih banyak mendengarkan daripada lebih banyak bicara, nah yang terjadi sering kali yang kita anggap sah katakan pendapat saya pribadi ini keinginan saya atau apa nah itu kita melewati prinsip anugrah Tuhan tadi lebih banyak kita bicara daripada kita mendengarkan. Dan lalu menjadi tidak sah kan.. apakah anda punya pengalaman yang sama mari berbagi disini yuk...
Dapatkan Penghasilan Tambahan Dengan Bermain Poker Online di www,SmsQQ,com
ReplyDeleteKeunggulan dari smsqq adalah
*Permainan 100% Fair Player vs Player - Terbukti!!!
*Proses Depo dan WD hanya 1-3 Menit Jika Bank Tidak Gangguan
*Minimal Deposit Hanya Rp 10.000
*Bonus Setiap Hari Dibagikan
*Bonus Turn Over 0,3% + 0,2%
*Bonus referral 10% + 10%
*Dilayani Customer Service yang Ramah dan Sopan 24 Jam NONSTOP
*Berkerja sama dengan 4 bank lokal antara lain : ( BCA-MANDIRI-BNI-BRI )
Jenis Permainan yang Disediakan ada 8 jenis :
Poker - BandarQ - DominoQQ - Capsa Susun - AduQ - Sakong - Bandar Poker - Bandar 66
Untuk Info Lebih Lanjut Dapat menghubungi Kami Di :
BBM: 2AD05265
WA: +855968010699
Skype: smsqqcom@gmail.com